Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Alhamdulillah, tidak dapat terkira syukur untuk Rabbul izzati yang tidak pernah bosan menghidupkan hamba-Nya selepas terlena mati seketika, bagi hamba yang harus meneruskan perjuangan.. Disini ana repost semula artikel usai saja ana baca dari blog friendster seorang sahibah, yang dirasakan amat bermakna bagi mereka yang memerlukan hidayah Ilahi, insyaAllah..
Salam kemaafan ku hulurkan buatmu sahabatku gadis berniqab, andai kata coretanku selepas ini akan menghiris hatimu. Tiada yang dapat ku lafazkan lagi melainkan aku amat menyayangimu sahabatku karena kau sahabat seakidah di jalan dakwah juga karena kecekalan imanmu mempertahankan niqab sebagai pakaian yang melambangkan ketinggian peribadimu.
Sahabatku yang dirahmati Allah..
Sungguh aku amat bangga denganmu. Penampilanmu yang sopan membuat kau dihormati di mata masyarakat yang memahami tuntutan berpurdah.
Tapi sahabatku..
Tiada manusia yang benar-benar sempurna melainkan junjungan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang kita lupa, dan menjadi tanggungjawab seorang Muslim untuk saling mengingatkan saudaranya agar tidak terus hanyut.
Aku tidak menyalahkan dirimu karena niqab, sahabatku. Aku juga pernah lalai dan alhamdulillah, diri yang kerdil ini telah ditegur oleh seorang sahabat berhati mulia, yang tidak mau hati ini terus dimamah dosa, juga karena sayang terhadap agama. Diri ini terasa sangat malu apabila ditegur oleh seorang ikhwan yang tidak dikenal, tapi akhirnya diri ini memandang teguran itu sebagai satu kritikan yang membina. Jazakallah di atas teguranmu sahabat, semoga Allah sentiasa menjaga dan melindungimu.
Bukan sahabatku…
Bukan karena niqab, tapi semuanya bertitik tolak dari diri kita sendiri.. Jauh dari lubuk hati kita yang paling dalam. Tanya imanmu sahabatku, apa tujuan kita berniqab? Sudah tentu untuk melindungi wajahmu dari pandangan mata yang bakal mengundang nafsu. Jadi, apa tujuanmu mepamerkan gambarmu yang berniqab di laman sosial ( frienderdmaster, myspace, facebook etc.)?
Apakah untuk tujuan dakwah?
Sahabatku…
Matlamat tidak menghalalkan cara. Banyak lagi cara untuk kita meyampaikan dakwah tetapi bukan dengan cara ini. Biarpun memang ada hati yang insaf tatkala melihat dirimu yang tampak sopan menghijab diri, tapi dapatkah dipastikan bahwa mata yang melihat dirimu itu semuanya mata-mata muslimah? Apakah tiada mata-mata lelaki ajnabi yang memandangmu walaupun sudah lengkap terhijab dengan niqab?
Ya..
Mungkin ada yang berkata. “Ah! Tidak apa-apa lah. Muka dah tidak nampak. Semua dah bertutup. Takkan timbul nafsu juga…”
Dari Mata…
Tahukah kamu sahabatku yang disayangi…
Lelaki itu tinggi imaginasinya. Walau hanya dengan melihat fotomu yang berniqab, tapi akal mereka masih mampu menerka setiap inci dirimu. Memang benar sahabatku. Melalui fotomu, dapat dilihat kurus atau berisinya dirimu, tinggi atau rendahnya, malah melalui sebagian kecil matamu yang kelihatan sudah cukup mampu menggambarkan kecantikan wajahmu, sahabatku.
Biar sehebat apapun iman seseorang lelaki itu, biar setinggi mana ilmu agama yang mereka pelajari, namun itu bukanlah jaminan sempurnanya kekuatan iman seseorang itu. Rambut saja sama hitam, tetapi hati lain-lain. Kita tidak dapat menduga apa yang ada di dalam hati mereka. Mata yang melihat sudah tentu akan mendorong akal untuk berfikir tentang foto perempuan berniqab yang dilihatnya. Akal yang berfikir sudah tentu akan didorong nafsu untuk membayangkan rupamu lebih jauh lagi. Mungkin bukan semua, tetapi itulah kemungkinan yang bakal terjadi andai kita tidak menjaga diri.
“ Zina mata dengan melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bercakap, tangan zinanya berpegangan, kaki zinanya melangkah dan hati yang berhasrat, membayangi,dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari). Rujukan:Kitab Riyadhus Solihin dalam Bab larangan melihat Wanita.
‘Mawar Berduri’ vs ‘Mawar yang Rugi’
Sahabatku…
Andai kau merasakan dirimu mawar berduri, buktikan!!
Bukan dengan pembuktian dengan meng’upload’ foto wajahmu yang berniqab, melambangkan dirimu seolah-olah ‘mawar berduri’. Tetapi dengan cara menghentikan ‘upload’ fotomu itu. Engkau tidak rugi sahabatku. Malah engkaulah orang yang beruntung, karena dirimu terhindar dari pandangan mata ajnabi yang melihat, dan akal mereka yang berfikir. Dirimu juga terhindar dari dosa membiarkan ajnabi berfikir dan membayangi rupamu. Dan sekaligus menyelamatkan lelaki ajnabi dari dosa melihatmu dan membayangi rupamu. Juga engkau telah menyediakan dirimu suci-sesuci sucinya untuk seseorang yang lebih berhak lagi halal bagimu. Ingat sahabatku gadis berniqab, dirimu sudah menjadi maqam qudwah buat masyarakat di luar sana. Justeru itu, elakkan segala perkara yang bakal mengundang fitnah buat kita.
Wanita itu Fitnah
Sahabat yang ku sayangi fillah…
Menjadi wanita itu sendiri adalah fitnah. Segala tindak tanduk kita, andai tidak dikawal dan dijaga, bakal meletakkan diri kita di dalam fitnah lebih-lebih lagi kepada muslimah pembawa agama. Ini bukan satu kekangan yang mengongkong kita, bukan juga satu diskriminasi buat kita, tetapi pandanglah ia sebagai satu penghormatan buat kita, muslimah pendukung agama. Mungkin bagimu, isu begini hanya satu perkara remeh, tetapi ingat para niqabi… Jika dibiarkan berlarutan, kesannya pasti akan mengundang mudarat yang lebih besar. Masyarakat di luar sana pasti akan berkata tentangmu. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena seorang dua di kalangan kita yang buat perangai, habis semua gadis berniqab yang akan terkena impasnya.
Dan jangan sesekali salahkan lelaki itu jika mereka memulakan langkah untuk mengorat. Jika kita terus-terusan menyalahkan mereka, itu suatu perkara yang tidak adil. Sedangkan siapa yang membuka peluang untuk mereka kalau bukan kita? Kita sendirilah yang menyediakan diri untuk fitnah itu, sahabatku…
Sahabatku, teman seiman…
Maafkan diriku sekali lagi wahai sahabat. Aku tahu, aku bukanlah orang yang layak untuk menegur kalian, namun aku tidak sampai hati membiarkanmu terus-terusan begini, sedangkan aku sendiri sudah tahu dan perkara begini tidak layak terjadi pada diri kalian. Aku terpaksa berkata benar biarpun ia pahit. Aku tidak memaksa kalian untuk mengikut pendapatku, tetapi, jentiklah akalmu, tanya imanmu. Mati itu pasti cuma tidak pasti kapan terjadinya dan semoga penamat kehidupan ini disudahi dengan husnul khotimah. Juga aku tidak mau sendirian dalam mengejar ridha Ilahi, aku ingin kita bersama-sama dalam membetulkan diri. Biarlah kita bersama-sama saling melengkapi sahabatku. Sungguh aku amat mengerti, karena aku sebagian dari kamu semua.
===
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga kita tidak terhijab dari menerima hidayah dan taufiqNya.
Salam sesuci titis qatrunnada, buatmu gadis solehah, yang maharnya iman dan taqwa, lalu dihiasi tulusnya cinta. Buatmu puteri, ku doakan untaian mutiara solehah mengalungimu…
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....
Dari Sahabat
ليلي فجرية(Ummu Azhara Jinan) untuk Sahabat semua'na
Barakallahufiikum.semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
--------------------------------
=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas, semuanya milik bersama
✿ Prinsip ABC ✿
✩ A mbil yang baik
✩ B uang yang buruk
✩ C iptakan yang baru
Semoga bermanfaat
Keep Istiqomah wa HAMASAH
Behind the veil I am the queen
I have a body that nobody’s seen
Many people think I am oppressed
And wonder how I got myself into this mess
...My veil is my cure,And makes my heart pure
It earns me my love from Allah, my Lord,And makes me strong against any sword
Behind my beautiful veil lies My savior from the temptation of guys
Behind my veil I begin to say
This is where I shall forever stay!
I am strange, but sometimes strange is good, as the hadith goes,
“Islam began as something strange, and it shall return to being something strange,
so give glad tidings to the strangers.”
[Shahih Muslim]









0 komentar:
Posting Komentar